Sejarah Love Bird /* Permalink */ .permalinklanonadio {margin-top:1em;border: 2px dotted #9ecfff;padding: 5px;background:#edf6ff;-moz-border-radius:5px;color:#000000; font-family:'Segoe UI', Calibri, 'Myriad Pro', Myriad, 'Trebuchet MS', Helvetica, sans-serif;} .permalinklanonadio p {margin:1px;}

Mar 14, 2013

Sejarah Love Bird



Burung ini berasal dari negara africa.Seperti namanya,burung ini mampu memikat hati banyak orang.Burung ini memiliki banyak kelebihan untuk dijadikan hewan peliharaan,Selain jadi peliharaan burung ini dapat diternakkan dengan baik.Suaranya yang merdu dan warna bulu yang indah adalah ciri khusus burung ini.Burung ini relatif kecil ukurannya namun banyak penghobi burung yang suka dengan ini.Love bird hidup secara berkelompok di afrika sana.Dikalangan penghobi burung,love bird dikenal sebagai burung yang melambangkan kerukunan dalam berpasangan.Hal ini sudah menjadi naluri mereka untuk hidup secara berkelompok.Penghobi burung tentunya tidak hanya akan menikmati keindahan warna bulu dan kemerduan suaranya,tetapi makna dibalik nama love bird dapat memberikan ketentraman hati.Kelincahan dan bentuknya yang mungil adalah keistimewaan burung ini yang dapat memberi kesan lucu.Sehingga penghobi burung ini dapat bahagia dan bisa juga menghilangkan stress jika melihat burung ini. 
Simbol Cinta.
  Burung ini merupakan simbolis adanya cinta antara satu dengan yang lain (pasangan).Sesuai dengan namanya,love bird merupakan sepasang burung yang mempunyai cinta yang amat besar terhadap pasangannya.Kesetiaan love bird perlu dicontoh dalam kehidupan sehari hari kita dengan pasangan.Burung ini dikatakan simbol cinta karena jika terdapat 2 love bird disatukan menjadi 1 kandang (betina n jantan) maka mereka akan menjadi sepasang kekasih yang tau mau berpisah.Mereka selalu berdekatan,jika terdapat burung yang mati / salah satu mati maka pasangan yang ditinggal akan tersiksa batinnya karena pasangan yang meninggalkannya.Tak lama kemudian yang ditinggal akan stress dan ikut menyusul pasangannya disurga.Jadi inilah yang dikatakan love bird,memiliki cinta sehidup semati.

Jenis Love Bird

Ukuran tubuh panjang 15 cm, berat 46-63 g.Burung lovebird “muka salem”: Bulu umumnya berwarna hijau, lebih kuning di tubuh bagian bawah, bulu dahi dan di belakang mata berwarna merah, lorus, pipi, kerongkongan dan bagian atas dada berwarna merah muda; tunggir berwarna biru terang; bulu di bagian bawah sayap berwarna hijau dengan sedikit warna biru, bulu ekor bagian atas berwarna hijau, bagian bawah kebiruan; paruh berwarna kuning gading; iris berwarna cokelat tua; kaki berwarna abu-abu.



Panjang 13,5 cm, berat 36-52 gram.Burung lovebird kaca mata pipi hitam dewasa/disebut Dakocan: Bulu umumnya berwarna hijau, lebih kekuningan pada tubuh bagian bawah dan tunggir; dahi dan ubun-ubun depan berwarna coklat kemerahan; ubun-ubun belakang dan tengkuk berwarna hijau kekuningan tua; lorus, kerongkongan, dan pipi berwarna hitam kecoklatan, bagian atas dada berwarna merah oranye pucat; ekor berwarna hijau; lingkar di sekeliling mata berwarna putih; paruh berwarna merah tua; iris berwarna cokelat; kaki berwarna coklat keabu-abuan.Burung lovebird kaca mata pipi hitam muda serupa dengan burung dewasa; pada pangkal paruh bagian atas terdapat bercak kecil berwarna hitam; iris berwarna cokelat muda.Penyebaran lovebird kaca mata pipi hitam: Zambia bagian barat daya dan Zimbabwe bagian barat laut.Lovebird kaca mata pipi hitam secara umum sulit didapat di pasaran karena burung ini sudah dibatasi untuk tujuan ekspor dari negara asalnya. Burung ini bisa dipelihara secara berkelompok bahkan dicampur dengan burung lain.Warna mutasi lovebird kaca mata pipi htam adalah lovebird kaca mata pipi hitam kuning (lovebird kuning).

Panjang 15 cm, berat 42-58gram.Burung lovebird kaca mata fischeri dewasa: Bulu umumnya berwarna hijau, lebih kekuningan pada tubuh bagian bawah; dahi, pipi dan kerongkongan berwarna merah oranye; bulu di bagian kepala lainnya berwarna hijau pudar; bagian atas dada dan kerah sekitar leher berwarna kuning; bagian atas ekor berwarna biru muda; bagioan bawah sayap berwarna biru dan hijau; ekor berwarna hijau; lingkar di sekeliling mata berwarna putih; paruh berwarna merah; iris berwarna cokelat; kaki berwarna abu-abu muda.Burung lovebird kaca mata fischer muda: Bulu berwarna lebih mudadibandingkan dengan bulu burung dewasa, terutama bulu pada kepala; pada pangkal paruh bagian atas terdapat bercak kecil berwarna hitam.Penyebaran lovebird kaca mata fischeries: Tanzania.Lovebird kaca mata fischer termasuk lovebird yang mudah dikembangkan. Antara lovebird jantan dan lovebird betina relatif sulit dibedakan.Warna mutasi lovebird kaca mata fischer adalah lovebird kaca mata fischer biru dan lovebird kaca mata fischer kuning. Persilangan antara lovebird kaca mata fischer dengan lovebird kaca mata nyasa menghasilkan warna mutasi lutino dan albino.


Panjang 14,5 cm, berat 43-47 gram.Burung lovebird kaca mata topeng dewasa: Bulu umumnya berwarna hijau; lebihdahi, lorus, ubun-ubun, dan pipi bagian depan berwarna hitam kecoklatan; bulu di bagian kepala lainnya berwarna kehitam-hitaman pudar; kerongkongan berwarna oraney kemerahan; bagin atas dada dan kerah di sekeliling leher berwarna kuning; bulu ekor berwarna hijau; lingkar di sekeliling mata berwarna putih; paruh berwarna merah; iris berwarna cokelat; kaki berwarna abu-abu.Burung lovebird kaca mata topeng yang masih muda: Bulu berwarna lebih muda dibandingkan dengan bulu burung dewasa, terutama pada bagian kepala; pada pangkal paruh bagian atas terdapat bercak kecil berwarna hitam.Penyebaran lovebird kaca mata topeng: Tanzania Utara dan Tengah.Lovebird kaca mata topneg termasuk lovebird yang mudah dikembangkan. Antara lovebird jantan dan lovebird betina relatif sulit dibedakan.Warna mutasi lovebird kaca mata topneg adalah lovebird kaca mata topeng warna biru.

 Membedakan Jantan & Betina Love Bird

Untuk membedakan jenis kelamin burung lovebird khususnya bagi seseorang yang masih baru dalam menggeluti hobi memelihara burung-burung hias itu adalah termasuk pekerjaan yang gampang-gampang susah. Karena burung lovebird itu banyak jenisnya maka untuk membedakan jenis kelamin tersebut nilai kesulitannya pun ada yang gampang untuk jenis-jenis tertentu dan susah untuk jenis lainnya. Untuk membedakan jenis kelamin burung lovebird bisa dilakukan dengan cara ilmiah.


Pada jenis lovebird yang tidak dapat dibedakan jenis kelamin berdasarkan penampilan luar yang spesifik maka akan sulit untuk membedakan mana yang betina dan mana yang jantan. Dalam kasus seperti ini maka ada beberapa cara untuk membedakan lovebird jantan dan lovebird betina. Berikut ini adalah cara untuk membedakan jenis kelamin burung lovebird.


  • Dilihat Dari Segi Fisik
Lovebird / Lakbet betina cenderung memiliki tubuh yang kekar dan lebih berat. Namun kriteria ini tidak mutlak sifatnya. Maksud tidak mutlak disini adalah tergantung seberapa sering kita memberi pakan kepada burung lovebird ini. Yang jelas burung akan cenderung kurus kalau kita tidak menerapkan cara yang benar dalam mengurusnya.
  • Dilihat Dari Warna Fisik
Lovebird / Lakbet jantan mempunyai warna yang terang dari lovebird betina. Meskipun hal itu tidak selalu benar karena warna bulu juga tergantung pada makanan, iklim dan variasi geografis.
  • Dilihat Dari Cara Bertengger
Lovebird / Lakbet betina jika bertengger yaitu jarak antar kaki akan lebih melebar jika dibandingkan dengan lovebird jantan
  • Dilihat Dari Bentuk Ekor
Lovebird betina mempunyai ekor dengan bentuk ekor merata sedangkan lovebird jantan mempunyai ekor yang berbentuk agak meruncing
  • Dilihat Dari Cara Membangun Sarang
Kegiatan membangun sarang akan lebih aktif dilakukan oleh lovebird betina ketimbang jantan. Disaat dua burung lovebird (betina & jantan) menggigit-gigit batang kayu  maka lovebird betina akan mengambil kulit kayu dan mengumpulkannya untuk membuat sarang, sedangkan lovebird jantan hanya menyuapi kulit kayu saja dan memberikannya kepada si lovebird betina. Namun hal itu juga tidak mutlak karena ada lovebird jantan yang juga aktif mengumpulkan bahan untuk membuat sarang.
  • Perabaan Pada Tulang Pubis (Supit Urang)
Lovebird memiliki dua tulang pubis pada bagian pinggulnya. Pada musim berkembang biak, tulang pubis betina akan menjadi lebih elastis dan jarak antara kedua tulang pubis tersebut akan melebar karena pengaruh hormon. Keadaan tersebut dapat kita rasakan dengan melakukan perabaan oleh tangan. Pada lovebird jantan, jarak antar dua tulang pubis tersebut menyempit.
  • Pemerikasaan Dengan Menggunakan Sebuah Alat
Bagi seorang dokter hewan biasanya akan melakukan cara ini yaitu menggunakan alat laparoscopy untuk membedakan jenis kelamin lovebird tersebut. Sebelum menggunakan alat yang satu ini burung lovebird akan dibius terlebih dahulu sebelum dilakukannya pemeriksaan. Setelah itu maka akan dilakukanlah operasi kecil pada bagian kiri tubuh burung diantara tulang rusuk, tulang paha dan tulang punggung. Dari bagian yang di operasi itu dimasukkanlah alat laparoscopy untuk melihat ada tidaknya ovary atau indung telur. Jika ada ovary maka lovebird tersebut dipastikan adalah betina. Untuk cara ini hanya bisa dilakukan jika burung sudah dewasa.
  • Pemeriksaan Dengan Tes DNA
Cara lain untuk mengetahui jenis kelamin lovebird adalah dengan menguji DNA yang dapat kita peroleh dari darah atau bulu burung. Setelah DNA di ekstrak dengan sebuah larutan tertentu dilakukanlah proses yang lebih lanjut lagi. Lalu hasilnya dipotret dengan Polaroid. Jika hasil potret bisa terlihat adanya dua pita maka bisa kita pastikan bahwa lovebird tersebut adalah berjenis kelamin betina. Sebaliknya jika yang terlihat hanya satu pita berarti lovebird tersebut jantan. Cara ini dianggap lebih cepat dan hasilnya lebih akurat. Namun sayangnya biaya uji DNA ini masih tergolong sangat mahal. Selain itu di Indonesia sendiri belum banyak laboratorium yang menawarkan jasa tes DNA ini.
 Cara memilih burung lovebird
Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan atau bakalan pada burung lovebird:
  • Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar, panjang dan terlihat kokoh.
  • Berkepala besar. Ini menandakan burung ini mempunyai mental tempur yang baik.
  • Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
  • Sebaiknya juga pilihlah bahan yang berdada lebar.
  • Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat. Pilihlah Kaki yang besar dan terlihat kering. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
  • Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
  • Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.
  • Bola mata besar dan bersih bersinar. Menandakan burung ini memiliki prospek yang cerah apabila dijadikan burung lomba. Karena akan sangat gacor.          
Cara perawatan
 
Sangkar:
Lovebird sebaiknya ditempatkan di sangkar yang terbuat dari logam, berbentuk bulat atau kota. Untuk sangkar bulat, diameter antara 30-40 cm, sedangkan kotak ukuran 25 x 35 x 40 cm dengan diberi tangkringan berdiameter 1 cm dari kayu kasar tetapi tidak runcing, seperti kayu asam misalnya. Tangkringan dari kayu akan sering perlu diganti karena lovebird suka mengigit-gigit tangkringan. Untuk referensi logam yang digunakan untuk kandang lovebird, pilih yang tidak beracun.
Berbagai kasus burung yang keracunan logam dilaporkan dalam Journal of Avian Medicine & Surgery, sebagaimana ditulis di multiscope (Hot Spot for Birds). Sekadar untuk pengetahuan Anda, berikut ini sejumlah logam yang berbahaya dan tidak berbahaya bagi burung, yang biasanya digunakan sebagai bahan pembuatan sangkar, wadah air dan pakan, kandang dan sebagainya:
1. Kuningan
Kuningan merupakan logam campuran antara tembaga dan seng. Kedua logam ini berpotensi membuat burung keracunan.
Jika ada kuningan pada sangkar burung-burung kecil barangkali tidak masalah karena mereka tidak mungkin bisa mematuki logam itu sampai mengelupas. Tetapi untuk burung berparuh kuat, seperti lovebird, nuri, betet dan sebagainya, maka logam ini bisa mereka gerogoti. Maka hindarkan kuningan dari mereka.
Journal of Avian Medicine & Surgery melaporkan adanya burung makau yang hampir mati karena keracunan seng. Pasalnya dia mengunyah-ngunyah tiga gerendel kuningan dan juga menggerogoti kandang kawat krom (krom juga mengandung seng).
2. Timah
Timah juga sangat beracun untuk burung. Termasuk barang yang mengandung timah ini antara lain adalah tutup kaleng, bandul pancing, pemberat korden, koil tutup sampanye, timah pateri, koil soldir, lempengan dalam batu baterai, sejumlah mainan anak dan lain sebagainya.
3. Tembaga
Tembaga juga berpotensi meracuni burung walaupun kadar racun dari logam ini sangat sedikit. Makanan yang mengandung asam yang disimpan dalam wadah tembaga bisa jadi terkontaminasi tembaga. Demikian pula saluran atau wadah air yang terbuat dari tembaga, berpotensi mencemari air yang mengalir atau berada di dalamnya. Kalau mau menggunakan wadah tembaga untuk burung, sebaiknya masukkan air ke dalamnya tidak dalam kondisi panas. Tuangkan jika sudah dingin baru diberikan ke burung. Dan bukan didinginkan di dalam wadah tersebut.
4. Kawat (yang non-galvanil), baja serta besi (yang tidak dilapisi cat anti karat) tidak beracun untuk burung.
5. Seng
Seng sangat beracun untuk burung. Termasuk di sini adalah kandang burung atau ram yang terbuat dari galvanil, klip atau steples, kunci-kunci mainan anak, paku, pipa ledeng, krom, beberapa cat anti karat, dan beberapa wadah shampo atau wadah kosmetika.
Pakan:
Hal utama yang perlu diperhatikan dalam hal pakan adalah menu yang variatif sehingga kecukupan nutrisi, vitamin dan mineralnya. Pakan yang bagus, selain lengkap nutrisinya seperti protein, karbohidrat, juga lengkap vitaminnya seperti vitamin A, D3, E, B1, B2, B3 (Nicotimanide) B6, B12, C dan K3. Selain itu, perlu pula mengandung zat esensial seperti D-L Methionine, I-Lisin HCl, Folic Acid (sesungguhnya adalah salah satu bentuk dari Vitamin B) dan Ca-D
Di samping vitamin, perlu juga kecukupan mineral. Mineral dibutuhkan dalam pembentukan darah dan tulang, keseimbangan cairan tubuh, fungsi syaraf yang sehat, fungsi sistem pembuluh darah jantung dan lain-lain. Seperti vitamin, mineral berfungsi sebagai ko-enzim, memungkinkan tubuh melakukan fungsinya seperti memproduksi tenaga, pertumbuhan dan penyembuhan.
Yang termasuk mineral yang diperlukan burung lovebird adalah Calcium, Phosphor, Iron, Manganase, Iodium, Cuprum, Zinccum, Magnesium, Sodium Chlorin dan Kalium.

Makanan yang sesuai untuk burung lovebird
  • Bijian Mix. Kita dapat memberikan biji-bijian yang telah dicampur yang banyak dijual dipasaran sebagai pakan utamanya.
  • Sayuran segar. Burung lovebird sangat menggemari sayuran segar seperti: Kangkung, Sawi Putih, Jagung Muda dan sayuran lainnya.
  • Asinan. Untuk mencukupi kebutuhan kalsium, burung ini membutuhkan asupan kalsium tambahan. Dapat diberikan tulang sotong untuk melengkapi kebutuhan kalsium yang dibutuhkan.
  • Extra Fooding. Biji bunga Matahari, biji Kedelai, biji Kacang Merah dan bijiK acang Hijau sangat digemari oleh burung ini untuk melengkapi kebutuhan vitamin, protein dan menaikkan suhu tubuh serta meningkatkan sistem metabolisme didalam tubuhnya.

Pemberian makanan anak lovebird Lewat induk, waspadai batang kangkung

INDUK BETINA lovebird secara naluri akan meloloh anak-anaknya yang baru menetas. Proses meloloh ini berlangsung hingga masa sapih, atau masa di mana anakan sudah bisa makan sendiri (sekitar umur 8 minggu). Tugas penangkar hanya menyediakan bahan pakan berkualitas untuk induknya, yang sebagian akan diolah dan diberikan (dilolohkan) kepada anaknya. Pakan berkualitas untuk induk lovebird saat meloloh anaknya antara lain kangkung dan jagung.
Yang perlu diwaspadai adalah pemberian kangkung. Ketika induk membawa kangkung ke glodok atau kotak sarang, kita sulit memantau apa yang terjadi di dalam. Salah satu kemungkinan yang terjadi adalah tidak semua kangkung habis dikonsumsi induk. Akibatnya, kangkung menjadi busuk sehingga akan meningkatkan kadar amonia di dalam glodok yang tidak baik untuk kesehatan induk dan anakan. Kangkung juga memiliki kadar air tinggi. Jika sampai tersisa, tentu membuat bahan sarang menjadi lembab dan bisa menimbulkan gangguan pernafasan pada induk maupun anakan.Untuk mengurangi kemungkinan buruk seperti itu, sebaiknya yang diberikan hanya daun kangkung saja, tanpa menyertakan batangnya. Batang inilah yang kerap tidak habis dikonsumsi dan mengandung kadar air tinggi. Lebih baik lagi jika daun kangkung dipotong kecil-kecil, sehingga induk tidak membawanya dalam jumlah banyak.
Sebagian penangkar terkadang menambahkan pakan ayam pedaging seperti BR1, untuk memastikan kecukupan gizi induk dan anakan. Metode ini memang bisa membuat anakan cepat bongsor. Cara ini boleh-boleh saja dilakukan, tetapi jumlahnya sebaiknya dibatasi. Sebab sekitar 35-40% komposisi BR1 sebenarnya berasal dari jagung juga (terutama jagung kuning).
Jika pemberian BR1 tidak dibatasi (ad libitum), dikhawatirkan induk akan kegemukan dan mengurangi performanya, terutama dalam proses reproduksi berikutnya. Jika anakan sudah bisa makan sendiri, pemberian BR1 harus dihentikan.
Plus Minus
Meloloh anakan lovebird melalui induknya memiliki keuntungan dan kerugian. Keuntungannya, induk secara naluri sudah tahu apa yang dibutuhkan anaknya. Yang penting, penangkar menyediakan pakan yang cukup untuk induk tersebut.
Beberapa penangkar juga meyakini cara alami membuat anakan lovebird lebih sehat. Tetapi anggapan itu tidak sepenuhnya benar, karena pertumbuhan dan kesehatan anakan sangat tergantung dari asupan gizi dari makanan yang diberikan serta manajemen kesehatan yang diterapkan breeder.
Yang pasti, meloloh anakan lovebird melalui induknya membuat kerja breeder lebih ringan. Sebab ia tidak perlu menyediakan waktu khusus untuk meloloh anakan lovebird.
Lalu, apa kerugiannya? Masa meloloh berlangsung sampai anakan lovebird bisa makan sendiri. Artinya, diperlukan waktu bagi induk untuk mengasuh anaknya selama 8 minggu. Hal ini jelas menghambat program reproduksi selanjutnya. Induk tidak bisa dipacu untuk menghasilkan anakan-anakan lagi yang merupakan stok utama bagi para penangkar lovebird.
Bayangkan, untuk proses perkawinan hingga pengeraman diperlukan waktu sekitar satu bulan. Jika ditambah dua bulan waktu meloloh, berarti dalam sekali proses reproduksi diperlukan waktu tiga bulan, atau dalam setahun induk hanya bisa mengalami empat kali periode peneluran. Jika induk bertelur sebanyak 4-5 butir dalam satu periode peneluran, dan rata-rata telur menetas adalah 3-4 butir, berarti dalam setahun hanya bisa dihasilkan 12-16 anakan.
Bandingkan jika penangkar mengambilalih proses meloloh anakan. Induk hanya diberi kesempatan meloloh anaknya selama 1 atau 2 minggu saja, sehingga tiga atau dua minggu berikutnya diperkirakan sudah bertelur lagi. Dengan metode ini, induk dipastikan bisa bertelur 45-60 hari sekali. Melalui perhitungan yang sama, setiap tahun bisa dihasilkan 18-24 anakan!!! Tetapi, semua pilihan terserah kepada para penangkar sendiri.